Bapperida Lombok Tengah, BRIN, dan Unizar Kolaborasi Gelar Seminar Nasional Pariwisata Berkelanjutan

Nov 12, 2025 - 18:32
 0
Bapperida Lombok Tengah, BRIN, dan Unizar Kolaborasi Gelar Seminar Nasional Pariwisata Berkelanjutan
H. Lalu Wiranata (Kepala Bapperida Lombok Tengah) saat memberikan sambutan tentang seminar pariwisata berkelanjutan (foto.dok.ist)

Lombok Tengah – Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Lombok Tengah berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Universitas Islam Al-Azhar (Unizar) Matarammenyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Membangun Daya Saing dan Kemandirian Daerah melalui Pariwisata Berkelanjutan”, Rabu (12/11/2025).

Kegiatan yang digelar di salah satu hotel kawasan Mandalika ini dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, akademisi, praktisi pariwisata, asosiasi perhotelan, serta perwakilan Bappeda se-Pulau Lombok. Acara ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, lembaga riset, dan dunia akademik dalam mendorong pariwisata berkelanjutan yang adaptif dan inovatif.

Beberapa tokoh penting yang hadir dan memberikan sambutan di antaranya Sekretaris Daerah Lombok Tengah H. Lalu Firman Wijaya, ST., MT, Kepala Bapperida Lombok Tengah H. Lalu Wiranata, S.IP., M.A, Rektor Unizar Dr. Ir. Muhammad Ansyar, MP, serta Kepala PR-DPN BRIN Mahdyanto Wahyu Tryatmoko.

Dalam sambutannya, H. Lalu Wiranata menegaskan pentingnya memahami konsep pariwisata berkelanjutan bagi seluruh pelaku industri wisata agar kegiatan pariwisata di Lombok Tengah tetap memiliki daya hidup jangka panjang tanpa merusak lingkungan dan budaya lokal.

“Pariwisata berkelanjutan menjadi penting diketahui dan diterapkan oleh para pegiat wisata agar kegiatan pariwisata bisa terus berjalan tanpa mengorbankan kelestarian alam dan sosial budaya,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa industri pariwisata menuntut keunikan dan diferensiasi sebagai nilai jual utama.

“Di Ukraina, bekas pabrik nuklir bisa menjadi destinasi wisata. Di tempat lain ada keunikan tersendiri. Maka kita di Lombok pun harus menemukan keunikan kita sendiri—mulai dari desa wisata, Gunung Rinjani, hingga potensi budaya yang luar biasa,” jelasnya.

Menurut Wiranata, kegiatan seminar ini diharapkan dapat mempertemukan para akademisi, peneliti, dan pegiat pariwisata untuk bertukar gagasan serta memberikan pencerahan tentang arah pembangunan pariwisata berkelanjutan di daerah.

Sementara itu, Sekda Lombok Tengah, H. Lalu Firman Wijaya, yang secara resmi membuka acara tersebut, menyampaikan apresiasi atas inisiatif kolaborasi antara Bapperida, BRIN, dan Unizar. Ia menekankan bahwa pariwisata berkelanjutan harus menjadi komitmen bersama, terutama dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

“Pariwisata berkelanjutan harus kita jaga dan lakukan bersama. Salah satu tantangan terbesar di Lombok Tengah saat ini adalah bagaimana menegakkan hukum terhadap praktik-praktik pariwisata yang melanggar aturan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pariwisata Lombok Tengah yang telah dikenal dunia melalui Mandalika harus didukung dengan tata kelola yang baik dan berlandaskan prinsip keberlanjutan, agar manfaatnya dirasakan oleh masyarakat secara menyeluruh. red/asn

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow