Mantan Wabup Loteng Dilaporkan Merusak Pohon, Kerugian Mencapai Ratusan Juta

Feb 17, 2025 - 20:52
 0
Mantan Wabup Loteng Dilaporkan Merusak Pohon, Kerugian Mencapai Ratusan Juta
Pegiat Lingkungan Maya Yulianti (foto.dok.pribadi)

PRAYA - Kejadian penebangan pohon dan kerusakan ribuan bibit pohon di lahan pribadi hingga menerobos masuk ke lahan tanpa izin di Kecamatan Praya kini menjadi persoalan serius. Dimana yang menjadi terlapor yakni mantan Wakil Bupati (Wabup) Lombok Tengah (Loteng) inisial LS. dan pegiat lingkungan Maya Yulianti sebagai pelapor, yang juga sebagai pemilik lahan dan pohon.

Dalam keterangannya, Maya menceritakan kejadian ini. Dimana, ini bukanlah kejadian yang pertama kalinya, melainkan ini adalah kali ketiganya oknum mantan Wabup itu.

"Ini sudah Beberapa kali kejadian. Pertama, tanpa izin, kedua memangkas tanpa izin sampe pohonya digundulin bener tanpa izin. Dan yang ketiga kalinya ini di tebang, saya sedih teriris hatiku melihat pohon yang saya rawat 5 tahun di tebang. Sampe saya stress,"ungkapnya.

Ia sebagai pegiat lingkungan dan selalu menggalakan penghijauan dan merawat pohon di mana-mana kini harus menerima kenyataan pahit di lahan pribadinya pohonnya ditebang. Sehingga secara perasaan dan psikisnya sangat diserang oleh kejadian itu.

"Padahal satu pohon usia 5 tahun itu bisa memberikan oksigen ratusan jiwa, nah, di kejadian ini sekitar 27 pohon besar di tebang, dan 1.500 bibit rusak akibat penebangan itu. Padahal semua bibit itu sudah ada adopter (yang siap mengadopsi,red) untuk ditanam dan dirawat,"tuturnya.

"Kalau masyarakat yang awam yang melakukan ini mungkin saya bisa maklum, tapi ini pemimpin daerah Loch, trus dia tokoh, dan terpelajar. Perasaan saya sudah tidak karuan saat tau kejadian itu pertama kali. Seperti orang gila melihat pohon yang saya rawat di babat habis begitu,"tambahnya.

Lanjut dalam kronologi kejadian sejak awal pertama dulu diakui di pak RT yang datang, namun saat itu hanya kerusakan di bibit-bibit dikarenakan tukang (mantan Wabup,red) tidak hati-hati saat melakukan pengecatan.

Kemudian kali keduanya melakukan pemangkasan, ada 7 pohon, dan pihaknya tidak mempermasalahkannya, padahal dari kejadian itupundilakukan masuk tanpa izin ke tanah pribadinya hingga memangkas 7 pohonnya.

"Kami diam cuman memang menggerutu pasti ya, karena pohon itu dipangkas sampai gundul sampai ada yang ditebang. Kami merasa kita bertetangga, ya udah saya enggak perkarakan gitu,"ucapnya.

Kemudian pada kali ketiga yang sekarang ini kejadian pada hari Sabtu lalu itu yang membuat ia tidak dapat berdiam diri karena oknum masuk tanpa izin kemudian mengadakan perusakkan terhadap terhadap pohon-pohon.

Pohaknya yang mengecek pohonya kurang lebih 27 pohon yang telah ditebang, meskipun dalam laporanny ke pihak kepolisian ada 20 pohon karena masih kira-kira saat melaporkan.

"Jadi, setelah pohon ke-27 yang mereka terbangin itu barulah datang penjaga kebun saya, menyaksikan mereka sedang menebang gitu, jadi saksikan lansung, kemudian ditanya apa alasannya menebang saat itu sampai ke tengah lahan,  padahal ini sama sekali tidak akan mengganggu tembok atau properti mereka, dan yang mencengangkan dengan slow-nya terduga pelaku mengatakan bahwa ini mengganggu genteng saya katanya gitu,"bebernya.

"Saat ditanya genteng mana, padahal kan rumahnya lantai 3 lebih tinggi rumahnya dibandingkan pohon, jadi enggak logis. Ini sudah jelas masuk tanpa izin lalu kemudian merusak semua yang ada.  yangjelas  kita tidak terima. Sekarang yang paling terluka adalah perasaan saya, karena pohon itu kami kami tanam dari tahun 2020 dan memang sengaja kami tanam berdekatan supaya tidak mengganggu, maksudnya di jarak yang satu meter setengah ya supaya enggak mengganggu dia enggak akan membesar pohon itu,"tambahnya.

 Ia tidak berharap orang juga akan peduli dengan pohon, tapi setidaknya jangan rusak pohon. Jika di akumulasikan kerugian secara material berapa, ia katakan ia bukanlah penjual pohon, namun kerugian yang paling fatal adalah mental, sehingga tidak ada lagi semangat dalam aktivitas yang bisa ia lakukan setelah kejadian itu. 

"Yang diadukan itu ada 5 orang terduga pelaku,  2 diataranya orangnya saya tahu yakni, LS dan  A (tetangga sebelah juga,cuma satu pohon). 3 orang tidak dikenal,"bebernya.

Harapannya, dari kejadian ini  supaya mendapatkan perhatian dari pejabat, orang yang peduli, supaya ini campanye menyuarakan alam. Terlebih kondisi disaat bencana bertubi-tubi ada satu mantan pejabat yang merusak. Maka penting kemudian supaya ada pejabat yang memperhatikan ini. Karena menanam pohon ini penting. Dan merusak harus ada konsekuensi bagi pelakunya.

"Semua ini saya serahkan ke APH soal apa langkah dalam penegakan hukum ini supaya ditangani dengan seadil-adilnya,"tegasnya.

Terpisah, Humas Polres Loteng, IPTU Lalu Brata Kusnadi yang dikonfirmasi soal kejadian ini membenarkan telah dilakukan pelaporan di Polres Loteng.

Dimana ada seorang warga yang dirusak pohon dan tanamannya itu sudah diterima laporannya kemarin hari Sabtu tanggal 15 Februari 2025 sekitar jam 17.30 malam.

"Ini kita sudah terima dan nanti kemudian akan kita tindaklanjuti,"tuturnya.

Adapun perkiraan kerugian yang ada di laporan ia perkiraakan senilai ratusan juta, akibat pengerusakan pohon dan bibit tanamannya yang rusak.

Tentu lebih detil nanti kemudian setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik baru jelas bagaimana kejadian sebenarnya dan nilai-nilai kerugiannya. (tim)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow