Pasca Kebakaran, MIM Foundation Komitmen Bangun Kembali Masjid Kampung Adat Sade

Aug 27, 2026 - 09:00
 0
Pasca Kebakaran, MIM Foundation Komitmen Bangun Kembali Masjid Kampung Adat Sade
Wabup Lombok Tengah bersama Direktur MIM Foundation Romi Saefudin di kampung adat sade pasca kebakaran (foto.dok.ist)

LOMBOK TENGAH — MIM Foundation menyatakan kesiapannya mendukung pembangunan kembali masjid di Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, yang terdampak musibah kebakaran.

Direktur MIM Foundation, Romi Saefudin, mengatakan komitmen pembangunan masjid tersebut merupakan tindak lanjut dari amanah seorang donatur yang meminta MIM Foundation turut membantu proses pemulihan rumah ibadah di kawasan adat Sade.

“Insyaallah kita dari MIM Foundation kemarin mendapatkan amanah dari hamba Allah terkait dengan masjid,” ujar Romi, Rabu (26/8/2026).

Menurut Romi, rencana pembangunan kembali masjid tersebut telah dikomunikasikan dengan Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.

Untuk mempertahankan karakter dan nilai arsitektur kawasan adat, desain masjid nantinya akan mengacu pada bentuk bangunan sebelumnya. Proses perancangan akan melibatkan akademisi dari Universitas Mataram (Unram) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Insyaallah nanti akan didesain dulu sesuai dengan desain awal. Dalam hal ini yang akan mendesain adalah Unram dan UGM. Setelah itu baru kami masuk,” jelasnya.

Berdasarkan peninjauan awal, masjid tersebut diperkirakan memiliki luas sekitar 12 x 25 meter. Material kayu masih menjadi salah satu opsi dalam pembangunan kembali, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan mitigasi terhadap potensi kebakaran.

Terkait kebutuhan anggaran, Romi mengatakan MIM Foundation belum dapat menentukan besaran dana yang diperlukan. Estimasi anggaran akan dihitung setelah desain pembangunan selesai dan disesuaikan dengan standar harga yang berlaku.

“Kalau anggaran kami belum bisa sebutkan. Tetapi yang jelas, untuk masjidnya Insyaallah kita siapkan,” tegasnya.

Komitmen MIM Foundation tidak hanya diwujudkan melalui rencana pembangunan kembali masjid. Sebelumnya, yayasan tersebut juga telah menyalurkan bantuan makanan siap saji bagi warga dan para pekerja yang terlibat dalam penanganan pascakebakaran.

Romi menilai kebutuhan logistik masyarakat terdampak saat ini relatif telah terpenuhi. Karena itu, menurutnya, perhatian selanjutnya perlu diarahkan pada proses pemulihan kawasan melalui kolaborasi berbagai pihak.

“Melihat situasi, bantuan logistik juga sudah cukup. Tinggal bantuan kolaborasi stakeholder ini sepertinya karena kerusakannya cukup parah,” katanya.

Selain pembangunan kembali fasilitas yang terdampak, Romi juga menyoroti pentingnya memperkuat mitigasi bencana di kawasan Sade. Menurutnya, kesiapsiagaan terhadap risiko kebakaran perlu menjadi perhatian bersama, terlebih NTB memiliki potensi menghadapi berbagai jenis bencana.

Salah satu langkah yang dinilai perlu dilakukan adalah menyediakan sarana pemadaman awal seperti alat pemadam api ringan (APAR) di sejumlah lokasi strategis yang mudah dijangkau masyarakat.

“Saya juga melihat APAR di pojok-pojok itu harus disiapkan untuk memitigasi risiko,” ujarnya.

Romi berharap masyarakat yang terdampak kebakaran tetap kuat dan menjadikan musibah tersebut sebagai momentum untuk memperkuat semangat gotong royong serta kesiapsiagaan masyarakat.

“Saya berharap masyarakat yang terdampak kuat. Saya kira ini jadi pelajaran bersama. Ini kita bahu-membahu untuk kita bangun Desa Sade agar bisa menjadi seperti biasa,” pungkasnya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow