Lombok Tengah Ditetapkan Jadi Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat, Lahan 10 Hektare Disiapkan
Lombok Tengah, NTB – Kabupaten Lombok Tengah dipastikan menjadi salah satu daerah prioritas yang akan menjadi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, program pendidikan inklusif yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia. Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Lombok Tengah telah menyiapkan lahan seluas 10 hektare di wilayah Kecamatan Pringgarata.
Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, mengungkapkan bahwa kesiapan lahan sudah 100 persen, dan tinggal menunggu tindak lanjut dari pemerintah pusat.
“Kami sudah siapkan lokasinya, tidak ada hambatan. Proses berikutnya tinggal menunggu survei dari pusat dan penandatanganan MoU,” ujarnya, Selasa (16/4/2025).
Program pembangunan Sekolah Rakyat ini direncanakan mulai dikerjakan pada tahun 2025. Kabupaten Lombok Tengah bersama Lombok Utara menjadi dua wilayah di NTB yang terpilih sebagai titik awal pelaksanaan program tersebut.
Sekolah Rakyat merupakan konsep pendidikan berbasis asrama yang menyasar anak-anak dari keluarga tidak mampu. Siswa yang masuk adalah mereka yang terdata dalam sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Pemerintah pusat akan membiayai seluruh kebutuhan pembangunan dan pengelolaan sekolah ini melalui APBN, termasuk fasilitas pendidikan dan pengadaan guru.
“Pemerintah daerah cukup menyediakan lahan dan murid yang layak, sedangkan semua kebutuhan lainnya akan ditanggung pusat,” jelas Bupati.
Jenis pendidikan yang disediakan di Sekolah Rakyat ini bisa mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA, namun akan disesuaikan dengan kebutuhan wilayah dan sebaran jumlah anak kurang mampu di Lombok Tengah.
Selain menyediakan ruang belajar, sekolah ini juga dirancang memiliki fasilitas asrama bagi murid dan tenaga pengajar, serta kebutuhan dasar seperti dapur umum, tempat ibadah, dan ruang kegiatan.
Bupati Pathul Bahri menekankan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat ini merupakan langkah besar untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
“Sekolah ini bukan hanya untuk mencerdaskan, tapi juga menjadi jalan untuk mengentaskan kemiskinan melalui akses pendidikan yang layak,” katanya.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat Lombok Tengah turut memberikan dukungan terhadap kelancaran pembangunan sekolah ini.
“Doa dan dukungan dari semua pihak sangat kami harapkan. Semoga program ini bisa terealisasi sesuai harapan dan membawa manfaat besar bagi masa depan anak-anak kita,” tutupnya.red/asn
What's Your Reaction?

