Dampingi Desa Kuta Mandalika, Tim Kolaborasi Fisika UB dan Unram Terapkan Alat IoT Pemantau Lingkungan
LOMBOK TENGAH — Tim pengabdian kepada masyarakat dari Departemen Fisika FMIPA Universitas Brawijaya (UB) berkolaborasi dengan Departemen Fisika Universitas Mataram (Unram) resmi menyerahkan dan menerapkan alat pemantau kualitas lingkungan berbasis Internet of Things (IoT) di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, pada Selasa (21/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Kuta ini menyasar isu krusial di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Mandalika, yaitu pentingnya pemantauan kualitas udara dan air tanah secara real-time. Pembangunan masif dan tingginya aktivitas pariwisata di kawasan Kuta mendorong perlunya sistem peringatan dini (Early Warning System) agar kesehatan ekosistem dan masyarakat setempat tetap terjaga.
Kolaborasi Strategis dan Penyerahan Perangkat
Rangkaian acara diawali dengan penyerahan simbolis unit perangkat sensor IoT dan dokumen panduan operasional dari perwakilan tim akademisi UB dan Unram kepada Pemerintah Desa Kuta. Perangkat cerdas ini dirancang untuk merekam parameter fisik seperti konsentrasi partikulat debu serta gas polutan.
Selain penyerahan alat, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pelatihan teknis dan sosialisasi kepada perangkat desa serta perwakilan masyarakat lokal. Melalui pelatihan ini, warga tidak hanya diajarkan cara membaca data dasbor digital, tetapi juga dibekali pemahaman mendasar mengenai pemeliharaan perangkat serta langkah mitigasi jika indikator lingkungan menunjukkan potensi pencemaran.
Komitmen Pemberdayaan dan Keberlanjutan
Perwakilan tim pengabdian menyampaikan bahwa sinergi antara UB sebagai pengembang teknologi dan Unram sebagai mitra pendamping lokal bertujuan untuk memastikan keberlanjutan program (sustainability). Kedaulatan data lingkungan kini ada di tangan masyarakat Desa Kuta, sehingga warga dapat berperan aktif dalam menjaga kualitas ruang hidup mereka di tengah pesatnya pertumbuhan pariwisata Mandalika.
Pemerintah Desa Kuta menyambut hangat inisiatif kolaboratif ini dan mengapresiasi kontribusi nyata para akademisi dalam membantu desa mewujudkan kawasan wisata yang bersih, sehat, dan berbasis teknologi cerdas.
What's Your Reaction?

