Dampingi Desa Sakra di Program 'Desa Berdaya', TP PKK NTB Fokus Tekan Stunting dan Pernikahan Anak

May 8, 2026 - 06:47
 0
Dampingi Desa Sakra di Program 'Desa Berdaya', TP PKK NTB Fokus Tekan Stunting dan Pernikahan Anak

LOMBOK TIMUR, Kamis (7/5) — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sinta M. Iqbal, turun langsung memimpin survei lokasi sekaligus melakukan diskusi mendalam terkait pendampingan Program Desa Berdaya di Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur, Kamis (7/5).

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua TP PKK NTB, Windi Abul Chair, bersama jajaran pengurus provinsi lainnya. Kehadiran jajaran TP PKK ini merupakan bagian dari komitmen nyata untuk mendukung program prioritas Pemerintah Provinsi NTB, khususnya dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan.

Dalam arahannya, Bunda Sinta—sapaan akrab Ketua TP PKK NTB—menegaskan bahwa keterlibatan PKK dalam Program Desa Berdaya adalah instrumen penting untuk menyentuh langsung akar persoalan di masyarakat. Ia menargetkan pada tahun 2026, PKK NTB akan menjadi pendamping bagi dua desa di wilayah Lombok Timur dan Lombok Barat.

"Kami ingin PKK memberi peran dalam mendukung program utama pemerintah daerah, yakni pengentasan kemiskinan melalui Desa Berdaya. Lombok Timur dipilih karena potensi besarnya yang melimpah, namun masih menghadapi persoalan sosial yang membutuhkan perhatian khusus," jelas Bunda Sinta.

Berdasarkan data yang dimiliki TP PKK NTB, intervensi di sektor kesehatan dan sosial menjadi prioritas utama. Fokusnya adalah menekan angka stunting serta mencegah terjadinya pernikahan anak di bawah umur yang masih marak terjadi di beberapa titik. Menurutnya, tanpa pengawasan dan monitoring yang berkelanjutan, semangat masyarakat bisa luntur dan program berisiko gagal di tengah jalan.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Timur, Hj. Ra’yal Ain Haerul Warisin, menyampaikan apresiasi atas ditunjuknya Desa Sakra sebagai pilot project program ini. Ia menilai Desa Sakra memiliki keunggulan di sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif yang berbasis kearifan lokal.

Senada dengan hal tersebut, Penjabat Kepala Desa Sakra, Lalu Achmad Nadirsyah Yumawan, memaparkan bahwa dari 4.965 kepala keluarga di desanya, lebih dari 500 di antaranya adalah kepala keluarga perempuan yang menjadi fokus intervensi. Pihaknya kini tengah merancang pengembangan usaha berbasis pangan lokal, seperti budidaya jamur.

"Kami berharap nantinya muncul ikon produk unggulan dari Desa Sakra melalui Program Desa Berdaya ini, sehingga ekonomi masyarakat bisa mandiri dan meningkat," pungkas Lalu Achmad. red/asn

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow