Disperindag Loteng Latih 200 Warga untuk Persiapan Industri Rokok SIHT Barabali
Lombok Tengah – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lombok Tengah terus mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di kawasan Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) Barabali yang saat ini sedang dibangun.
Sebanyak 200 warga dari desa-desa penyangga, dengan sekitar 70 persen peserta berasal dari Desa Barabali, telah mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi guna menghadapi operasional industri rokok yang akan beraktivitas di kawasan tersebut.
Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Lombok Tengah, Baiq Yuliana Sapriani, mengatakan pelatihan ini merupakan langkah antisipatif agar masyarakat lokal siap bekerja ketika mitra industri rokok mulai masuk dan memulai produksi di SIHT.
“Kami ingin memastikan ketika mitra datang, tenaga kerjanya sudah tersedia. Karena itu sejak awal kami fokus menyiapkan SDM lokal agar benar-benar siap,” ujarnya, Kamis (30/10).
Ke depan, program pelatihan akan diperluas ke desa-desa lain, terutama di wilayah sentra tembakau seperti Kecamatan Praya Timur. Targetnya, sedikitnya 800 orang akan dilatih secara bertahap sesuai kebutuhan empat perusahaan yang akan beroperasi di SIHT Barabali.
“Jika satu perusahaan dapat menyerap hingga 300 pekerja, maka peluang tenaga kerja lokal untuk terserap cukup besar. Ini juga agar tidak ada alasan bagi perusahaan merekrut pekerja dari luar Lombok Tengah,” tambahnya.
Saat ini, sejumlah mitra industri telah menyatakan komitmen untuk berinvestasi dan membuka lini produksi di SIHT, mulai dari pelaku usaha lokal NTB hingga beberapa perusahaan dari Pulau Jawa yang berencana meluncurkan brand rokok baru di kawasan tersebut.
Disperindag menargetkan SIHT Barabali mulai beroperasi pada 2026, seiring rampungnya pembangunan infrastruktur dan fasilitas pendukung.
Langkah ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar sekaligus memperkuat posisi Lombok Tengah sebagai salah satu pusat industri hasil tembakau di Nusa Tenggara Barat. red/asn
What's Your Reaction?

