Dorong Transparansi Pembangunan Gedung Serbaguna, Kelompok Pemuda Lakukan Hearing ke Pemdes Banggo
Dompu – Koalisi Pemuda dan Mahasiswa Banggo melakukan audiensi dengan pemerintah Desa terkait dengan pembangunan gedung serbaguna, bertempat di Aula Kantor, Selasa 11/02/2025.
Puluhan pemuda dari koalisi mahasiswa dan pemuda meminta pemerintah desa transparasi anggaran pembangunan gedung serbaguna yang menghabiskan 215 Juta dengan panjang gedung 18 x 23 Meter.
Ketua Pemuda dan mahasiswa Banggo, Herianto menyampaikan, audiensi ini bagian dari tindaklanjuti keresahan yang dirasakan oleh masyarakat terkait dengan pembangunan gedung serbaguna yang menghabiskan ratusan juta.
“Anggaran 215 juta dengan panjan gedung 18 x 23 M, dan baru bangun pondasi, wajar masyarakat tanda tanya, sehingga itulah alasan yang membuat kami hadir dan meminta transparansi dari pemerintah desa,” ujar Herianto.
Ia menambahkan, kami akan mengawal terkait dengan pembangunan gedung serbaguna ini sampai ke ranah hukum, jika dikemudian hari ada kejanggalan. Pemuda dan mahasiswa harus bersatu padu untuk menjadi garda terdepan setiap pembangunan yang ada di desa.
“Mahasiswa dan pemuda harus tetap menjaga nalar kritisnya, sehingga harapan dan kepercayaan dari masyarakat tetap terjaga, sudah sewajarnya pemuda mengontrol setiap pembangunan yang ada,” tambah Herianto.
Respon Kepala Desa Banggo terkait audiensi dari koalisi mahasiswa dan pemuda Banggo.
Kepala Desa Banggo, Abdul Malik yang menemui audiensi pemuda dan mahasiswa, ia menyatakan bahwa pembangunan gedung serbaguna dilakukan oleh bagian tehnik. Untuk jumlah anggaran gedung serbaguna sebesar 215 Juta dengan panjang gedung 18x23 Meter.
“Untuk anggaran detailnya, tim tehnik yang tahu. Kami tidak bisa menghitung kubikasi. Dan berhubung tim tehnik sedang ada pertemuan diluar daerah, maka kami belum bisa menyampaikan di audiensi ini,” ujar Abdul Malik Kepala Desa Banggo.
M Khairul zaman salah satu pemuda yang hadir, menyayangkan jawaban dari Kepala Desa yang normatif.
“Jawaban dari Kepala Desa normatif dan gak realistis, kami menyayangkan terkait dengan hal itu. Padahal, harusnya mereka tau dan paham, karena yang mengerjakan pembangunan gedung serbaguna ini adalah pemerintah desa bukan dari kontraktor atau pihak ketiga,” tegas Khairul.
Kami meminta masyarakat, untuk sama-sama mengawal terkait dengan pembangunan gedung ini.
“terkait dengan gedung ini, kami akan melakukan perhitungan ulang dengan ahlinya, sehinga bisa mengetahui kejanggalan yang ada, dan sudah saatnya kita semua masyarakat yang ada di desa untuk bersama-sama melakukan pengawasan terkait dengan pembangunan di desa kita," tutup Khairul.
What's Your Reaction?

