Gubernur NTB Lalu Iqbal Klarifikasi Pertumbuhan Ekonomi Negatif, Ekonomi NTB Sebenarnya Tumbuh 5,57 Persen di Luar Tambang

Jun 3, 2025 - 19:48
 0
Gubernur NTB Lalu Iqbal Klarifikasi Pertumbuhan Ekonomi Negatif, Ekonomi NTB Sebenarnya Tumbuh 5,57 Persen di Luar Tambang
Gubernur NTB Lalu Muhammad IqbL (Foto.Dok.Ist)

Daerah- Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, memberikan penjelasan terkait pertumbuhan ekonomi NTB yang mengalami kontraksi sebesar -1,47 persen pada triwulan I tahun 2025. Penurunan ini sebelumnya sempat disorot oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi nasional.

Dalam keterangannya pada Rabu, (28/05/2025), Gubernur Iqbal mengungkapkan bahwa ia telah berkomunikasi langsung dengan Mendagri Tito untuk memberikan klarifikasi. 

“Saya sudah menyampaikan langsung kepada beliau setelah rapat tersebut, karena pada saat itu saya tidak bisa hadir. Saya jelaskan secara menyeluruh duduk perkaranya,” ujarnya.

Gubernur menjelaskan bahwa kontraksi ekonomi NTB pada triwulan pertama disebabkan oleh penurunan kinerja di sektor pertambangan. Meski demikian, jika sektor pertambangan dikeluarkan dari perhitungan, ekonomi NTB justru menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 5,57 persen.

“Bahkan sektor pertanian mencatatkan pertumbuhan yang sangat signifikan, yakni lebih dari 10 persen. Jadi secara umum, kita sebenarnya berada di jalur yang tepat. Namun memang ada kendala serius di sektor tambang,” jelasnya.

Ia menguraikan bahwa sejak tahun lalu smelter milik PT Amman Mineral mulai dioperasikan. Dampaknya, izin ekspor dihentikan karena proses pengolahan harus dilakukan di dalam negeri. Namun, karena kapasitas operasional smelter masih terbatas—hanya mencapai 40 persen—terjadi penumpukan konsentrat dan penurunan produksi hingga 40 persen.

“Bahkan saat ini, smelter PT Amman sudah tidak beroperasi sama sekali karena sedang dalam proses investigasi. Ini merupakan dinamika yang juga dialami oleh perusahaan besar lainnya seperti Freeport, sebagai bagian dari proses transisi operasional smelter,” tambah Iqbal, yang sebelumnya menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Turki.

Ia juga mengungkapkan bahwa tim transisi pemerintah telah mengingatkan akan kemungkinan menurunnya pertumbuhan ekonomi NTB apabila sektor pertambangan tetap menjadi basis perhitungan utama. Menyikapi hal itu, Iqbal telah mengadakan pertemuan dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, guna menyampaikan permohonan relaksasi ekspor konsentrat bagi PT Amman dalam jumlah dan periode tertentu.

“Kami mengusulkan adanya relaksasi ekspor sebagai solusi jangka pendek. Jika tidak segera diatasi, situasi ini bisa berdampak serius, bahkan potensi penerimaan bagi hasil dari sektor pertambangan untuk tahun depan bisa mencapai nol,” tutupnya. red/asn

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow