Menjelang Putusan, Merawat Asa Keadilan Untuk Mawardi Khairi

May 3, 2026 - 19:34
 0
Menjelang Putusan, Merawat Asa Keadilan Untuk Mawardi Khairi
Suasana Aksi Massa di Pengadilan Tipikor Mataram beberapa waktu lalu saat agenda sidang pembacaan pembelaan (pledoi) kasus Gili Tramena yang meilbatkan Mawardi Khairi (foto.dok.iji)

Mataram – Menjelang sidang putusan perkara dugaan korupsi lahan eks PT Gili Trawangan Indah (GTI), harapan akan tegaknya keadilan bagi Mawardi Khairi terus menguat di tengah masyarakat. Sejumlah elemen sipil menilai proses persidangan menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa putusan hakim benar-benar didasarkan pada fakta dan prinsip hukum yang berlaku.

Ketua LSM Gumi Paer Lombok yang juga tokoh masyarakat Lombok Timur, Lalu Junaidi atau yang akrab disapa Miq Jun, menyampaikan bahwa putusan yang akan dijatuhkan tidak hanya menyangkut nasib seorang individu, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.

“Menjelang putusan ini, kita sedang merawat asa keadilan. Harapan kita sederhana, agar hakim memutus berdasarkan fakta persidangan, bukan asumsi,” ujarnya.

Menurutnya, berbagai fakta yang terungkap selama persidangan masih menyisakan sejumlah pertanyaan yang perlu dijawab secara objektif oleh majelis hakim. Ia menilai penting bagi semua pihak untuk tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan, sekaligus mengawal agar putusan yang dihasilkan mencerminkan rasa keadilan.

“Kami percaya majelis hakim memiliki integritas untuk melihat perkara ini secara jernih. Apa pun putusannya nanti, harus benar-benar mencerminkan keadilan berdasarkan bukti yang ada,” katanya.

Miq Jun juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi, serta terus mengawal jalannya proses hukum secara bijak. Ia menegaskan bahwa dukungan publik harus ditempatkan dalam koridor hukum dan tidak mengganggu independensi peradilan.

“Dukungan boleh, tapi harus tetap dalam batas yang wajar dan menghormati proses hukum. Kita ingin keadilan ditegakkan dengan cara yang bermartabat,” tambahnya.

Menjelang putusan yang akan dibacakan pada senin, (04/05/2026), perhatian publik terhadap kasus ini terus meningkat. Bagi sebagian kalangan, perkara ini tidak hanya menjadi ujian bagi terdakwa, tetapi juga menjadi cerminan sejauh mana sistem hukum mampu menghadirkan keadilan yang objektif dan transparan. red/sn

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow