Pemprov NTB dan IOA Gelar Charity Night, Penguatan Kapasitas Guru Jadi Prioritas
Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Indonesian Overseas Alumni (IOA) menggelar Charity Night 2026 sebagai upaya menggalang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat kapasitas guru di daerah.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Raodah Bank NTB Syariah, Senin (6/4/2026), mempertemukan unsur pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam satu gerakan bersama membangun pendidikan berkelanjutan.
Program ini difokuskan pada penguatan kapasitas guru di wilayah Lombok melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, IOA, dan sektor swasta. Tahap awal akan dilaksanakan di Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Utara, dengan pendekatan peningkatan kompetensi, pendampingan, serta penguatan ekosistem pembelajaran.
Ke depan, program tersebut direncanakan akan diperluas secara bertahap ke seluruh kabupaten/kota di NTB dalam kurun waktu lima tahun.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa guru memiliki peran sentral dalam menentukan arah kemajuan daerah.
“Pendidikan adalah kunci kemajuan daerah. Guru adalah ujung tombak yang bekerja dengan ketulusan luar biasa, bahkan melampaui kewajibannya. Karena itu, penguatan kapasitas guru menjadi prioritas utama kami di NTB,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan semua pihak.
“Melalui malam amal ini, kami mengajak semua elemen untuk terlibat. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi adalah kunci untuk menghadirkan pendidikan yang merata dan berkualitas,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur NTB juga memberikan kontribusi pribadi sebesar Rp25 juta sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program.
Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Apa yang kita lakukan hari ini bukan sekedar kegiatan amal, tetapi investasi masa depan. Program ini akan berjalan secara sistematis dan berkelanjutan dalam lima tahun ke depan,” katanya.
Pemprov NTB juga membuka ruang partisipasi bagi dunia usaha, komunitas, dan masyarakat untuk terlibat dalam penguatan ekosistem pendidikan.
“Kami membuka diri bagi siapa pun yang ingin terlibat. Semakin besar kolaborasi yang terbangun, semakin luas dampak yang bisa kita hadirkan bagi pendidikan NTB,” tambahnya.
Charity Night 2026 menjadi momentum untuk menegaskan bahwa penguatan kapasitas guru bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak dalam mendorong lahirnya generasi NTB yang unggul dan berdaya saing. red/asn
What's Your Reaction?

