Penguatan Ideologi Kader, Gelora NTB Dorong Indonesia Jadi Kekuatan Global

Apr 12, 2026 - 20:19
 0
Penguatan Ideologi Kader, Gelora NTB Dorong Indonesia Jadi Kekuatan Global
Ust Rofi Munawar saat memberikan materi tentang Indoensai sebagai super power baru (foto.dok.ist)

Politik - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelora Nusa Tenggara Barat (NTB) menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas kepemimpinan kader dengan penekanan pada penguatan ideologi partai, Minggu (12/4/2026).

Kegiatan yang digelar di Kantor DPW Partai Gelora NTB tersebut diikuti oleh kader serta fungsionaris dari berbagai daerah di NTB. Pelatihan ini turut menghadirkan narasumber dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gelora.

Ketua DPP Koordinator Divisi Pemenangan Teritorial Partai Gelora, Ahmad Faradis, menyampaikan bahwa agenda ini merupakan wadah strategis untuk memperdalam pemahaman kader terkait identitas dan arah perjuangan partai.

“Ini adalah kegiatan ideologisasi Partai Gelora. Di sinilah peserta memahami apa itu Partai Gelora, arah perjuangan, manifesto, serta hal-hal mendasar yang harus dikuasai oleh kader sebagai politisi,” ujarnya.

Ia menuturkan bahwa salah satu penekanan utama dalam pelatihan ini adalah konsep “kegeloraan” sebagai fondasi semangat dalam membangun narasi kebangsaan yang besar.

Faradis menjelaskan bahwa Partai Gelora memiliki visi strategis untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama dunia, dengan target masuk lima besar global, sejajar dengan negara besar seperti Amerika Serikat, Rusia, China, dan kawasan Eropa.

“Tujuannya agar Indonesia tidak hanya menjadi objek, tetapi menjadi pemain utama di tingkat global. Jika tidak, kita akan terus menjadi korban dalam dinamika dunia,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa sejak berdiri pada tahun 2019, Partai Gelora telah memproyeksikan kemungkinan terjadinya krisis global yang akan melahirkan tatanan dunia baru. Oleh sebab itu, kader didorong memiliki kesadaran strategis agar Indonesia mampu mengambil peran penting dalam perubahan tersebut.

Faradis turut menekankan pentingnya menjaga idealisme politik di tengah kecenderungan pragmatisme yang semakin menguat. Menurutnya, narasi dan gagasan tetap harus menjadi fondasi utama dalam berpolitik.

“Kalau ada yang mengatakan nasi lebih penting daripada narasi, itu yang harus kita luruskan. Kita berpartai karena membawa narasi besar untuk masyarakat. Itulah yang membedakan kita,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPW Partai Gelora NTB, Lalu Pahrurazi, menyatakan bahwa penguatan ideologi merupakan landasan utama dalam membangun kekuatan partai yang berkelanjutan. Ia menyebut terdapat lima tujuan utama dalam proses ideologisasi tersebut.

"Pertama, membangun identitas dan karakter partai agar kader memiliki keunikan serta ciri khas yang membedakan dengan partai lain," katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tujuan kedua adalah memperkuat soliditas dan kohesi internal. Ideologisasi dinilai mampu menyatukan berbagai pandangan dalam partai sehingga tercipta kekompakan dalam menghadapi dinamika politik.

"Ketiga, membentuk militansi dan loyalitas kader dalam memperjuangkan nilai dan visi partai," imbuhnya.

Pada poin keempat, ideologi berperan sebagai kompas dalam menjalankan fungsi publik, sehingga setiap langkah kader tetap berada dalam koridor perjuangan yang terarah dan memberikan dampak bagi masyarakat.

Kelima, upaya ini juga bertujuan mengurangi pragmatisme serta praktik politik transaksional. Ia menegaskan bahwa dalam perjuangan ideologis, yang diperjuangkan adalah gagasan, bukan materi.

“Dengan ideologisasi ini, kami ingin memastikan seluruh kader bergerak dalam satu arah perjuangan yang jelas, berkarakter, dan tidak mudah tergerus oleh kepentingan sesaat. Partai harus hadir membawa solusi dan perubahan nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow