Sekolah Tetap Masuk, Pemprov NTB Minta Guru Perketat Pengawasan Siswa Hindari Terlibat Kegaduhan
Mataram– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Sekretariat Daerah mengeluarkan himbauan resmi kepada seluruh kepala SMA/SMK negeri dan swasta se-Kota Mataram untuk memperketat pengawasan terhadap siswa. Langkah ini menyusul adanya indikasi keterlibatan pelajar dalam aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Provinsi NTB pada 30 Agustus 2025.
Dalam surat bernomor 400.14.1/465/SEK.17/2025 yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah NTB, H. Lalu M. Faozal, pemerintah meminta sekolah melakukan langkah-langkah pengawasan lebih ketat agar siswa tidak terlibat dalam aktivitas yang berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat.
Adapun empat poin penting dalam himbauan tersebut antara lain:
Mengecek kehadiran siswa dalam mengikuti jam pelajaran sekolah pada 31 Agustus dan sepanjang bulan September 2025.
Memperketat pemantauan kehadiran siswa agar tetap masuk sekolah sesuai jadwal.
Memperketat pengawasan agar siswa tetap berada di lingkungan sekolah saat jam belajar.
Memberikan bimbingan agar siswa tidak terpengaruh dan tidak ikut serta dalam aktivitas yang menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
“Demikian himbauan untuk dapat diindahkan,” tulis surat yang ditandatangani Sekda NTB, H. Lalu M. Faozal. red/asn
What's Your Reaction?

