Bandara Lombok Bagikan 2.000 Paket Perlengkapan Sekolah di Lombok Tengah
Lombok Tengah – Program InJourney Airports Cerdaskan Bangsa kembali digelar di Nusa Tenggara Barat dengan menyalurkan 2.000 paket perlengkapan sekolah bagi siswa di wilayah Lombok Tengah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SDN 2 Tanak Awu, Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Kamis (5/3/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sosial Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid – Lombok dalam mendukung pilar pendidikan melalui program nasional InJourney Airports.
Kepala SDN 2 Tanak Awu, Lalu Muhzar, S.Pd, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dipilihnya sekolah tersebut sebagai lokasi kegiatan. Ia mengungkapkan bahwa sekolah yang dipimpinnya saat ini memiliki 221 siswa dengan total tujuh ruang belajar, namun dua di antaranya masih membutuhkan perhatian.Keterbatasan ruang membuat proses belajar mengajar dilaksanakan secara paralel.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas kegiatan ini. Bantuan perlengkapan sekolah ini sangat membantu siswa kami,” ujarnya.
General Manager Bandara Internasional Lombok, Aidhil Philip Julian, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan implementasi dari Asa Cita InJourney Airports dalam pilar sosial, yang saat ini difokuskan pada sektor pendidikan.
Menurutnya, program serupa juga telah dilaksanakan di Banten dan NTB, dengan fokus wilayah NTB di Lombok Tengah, khususnya area sekitar bandara dan kawasan Mandalika.
Ia menegaskan bahwa seremoni tersebut merupakan tahap awal dari program berkelanjutan yang akan dilaksanakan secara bertahap.
“Kami ingin memastikan bantuan ini tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ke depan, program ini akan terus dilaksanakan secara berjenjang,” katanya.
Sementara itu, Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, menekankan bahwa keberadaan bandara memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menyebutkan bahwa 12 tahun lalu Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Tengah berada di angka Rp70 miliar dan kini meningkat menjadi Rp445 miliar. Perputaran ekonomi daerah yang sebelumnya sekitar Rp1,8 triliun kini telah mencapai Rp2,8 triliun.
“Tidak mungkin ada kegiatan besar tanpa adanya bandara. Mari kita dukung program pemerintah karena daerah dan bangsa ini akan maju dengan kebersamaan,” tegasnya.
Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban orang tua siswa sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di wilayah sekitar bandara. (Kho)
What's Your Reaction?

