Menyelamatkan Hutan dan Menguatkan Ekonomi Lokal Bersama Amman Mineral

Oct 21, 2025 - 18:49
 0
Menyelamatkan Hutan dan Menguatkan Ekonomi Lokal Bersama Amman Mineral
Sabri dan Warga Kekait, Gunung Sari Dalam Aktivitas Menjaga Kelestarian Hutan (foto.dok.ahyarros)

sorotanntb- Warga pedalaman, Sampeni, Kekait, Gunung Sari, Lombok Barat punya hutan lebat dan air jernih mengalir sepanjang tahun. Lewat progam rehabilitasi PT Amman Mineral, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan warga Sampeni bergerak menyelamatkan hutan dan menguatkan ekonomi lokal.  

Dusun Sampeni itu, sekilas seperti lokasi wisata alam. Ada kolam penampungan air jernih dan berlatar hutan rindang. Sebuah pohon Duren, Apokat dan manggis berukuran 10 meter menjulang mengelilingnya. 

Selebihnya beragam pohon, terdapat Mahoni, Ketampang, Nyamplung dan Duren lokal. Di seberangnya, pipa air hitam berukuran 3 sentimeter terpasang menuju bak penyimpanan air utama selebar 5 x 8 meter. Dengan kedalaman 6 meter.    

Suasana asri di Dusun Sampeni tersebut layaknya desa-desa ekowisata yang belakangan ramai muncul di berbagai desa-desa Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). 

“Bersama warga setempat, kami tak tebang pohon sembarangan agar mata air tetap terjaga,” kata Sabri mantan ketua RT Dusun Sampeni, Sabtu, 9 Oktober lalu. 

Sabri menjaga hutan sejak dua puluh tahun lalu. Kala itu, mata air di Dusun Sampeni sering terjadi kekeringan, lantaran penebangan pohon warga setempat yang tak berizin. Setelah bencana kekeringan itu, bersama warga setempat, bapak 3 anak ini bertekad menjaga semua jenis pohon di hutan.

“Bencana kekeringan itu, bikin kami kapok tebang pohon,” ucapnya. 

Itulah alasan pria 56 tahun tersebut dan warga setempat matian-matian mempertahankan hutan. Hutan seluas 20 hektar di Desa Kekait tersbeut sebagai benteng terakhir pertahanan mereka. Bagi warga yang menebang pohon, maka akan diberi hukuman adat setempat. Lewat awiq-awiq (kesepakatan lokal) mereka menjaga hutan. Orang tak boleh menebang pohon di hutan lindung.    

Puluhan tahun menjaga hutan dan mata air, Dusun Sampeni, Kekait dikenal sebagai desa asri, karena hutan yang rindang dan air berlimpah. Dusun dengan inisiatif warganya menjaga hutan itu mengajak para warganya tidak hanya jaga hutan lewat ucapan, melainkan turun berbuat lansung untuk lingkungan. 

Nama Dusun Sampeni makin moncer saat mendapat pembinaan dari PT Amman Mineral dari 2021-2023. Kiprah perusahaan itu mendukung isu keberlanjutan hutan, peduli lingkungan dan pemberdayaan ekonomi lokal. 

Menanam lebih dari 40.000 ribu benih pohon produktif di lahan seluas 1.10 hektar, Syarkawi mengatakan gerakan menjaga pohon dan mata air digagasnya bersama kelompok tani Lestari, Transform dan PT Amman Mineral merupakan bagian dari kepedulian pada keberlanjutan lingkungan, keanekaragaman hayati dan sumber mata air. 

“Ini adalah upaya kami menjaga beragam bencana, tanpa pohon. Mata air kering,” ujarnya saat ditemui di Berugak (Gazebo) depan rumahnya. 

Sebagai hutan percontohan di Kabuapten Lombok Barat, kata dia warga Dusun Sampeni dan kelompok tani Lestari juga harus memberikan contoh bagi desa lain dalam pelestarian lingkungan hidup dan menjaga mata air. 

Pria, 47 tahun yang juga adiknya Sabri ini sempat upayanya menolak penebangan pohon dilingkar hutan, dia sempat dianggap gila dan menyulitkan warga. Ia termasuk yang mendorong mengusulkan awiq-awiq agar para penebang pohon diberikan hukuman adat setempat. 

Di lahan hutan seluas seribu hektar lebih yang kini ditanami pohon Duren, Apokat dan Manggis di Desa Kekait, Gunung Sari, Lombok Barat menjadi lembah yang subur dan sumber pendapatan ekonomi keluarga, warga setempat. Ribuan benih pohon produktif merupakan bantuan dari PT Amman Mineral. 

“Warga bahkan bilang, kami gila. Lantaran waktu itu kami larang warga tebang pohon,” tutur ketua kelompok tani Lestari, Syarkawi. 

                                                         ***

Dusun Sampeni, Desa Kekait, Gunung Sari dihuni 240 keluarga. Rincianya, 70 perempuan dan 50 laki-laki. Luasnya sekitar 15 hektar diluar kawasan hutan lindung. Dusun Sampeni merupakan satu-satunya lokasi yang. Hingga kini masih memiliki hutan lebat dan mata air yang masih terjaga di Kabupaten Lombok Barat. 

Foto : Aktivitas Masyarakat Mengambil Kayu dan Hasil Hutan (Foto.dok.ahyarros)

Slogan “Jaga hutan, kuatkan ekonomi lokal” ini merupakan kata yang terpampang profil kelompok tani Lestari, Dusun Sampeni, Desa Kekait, Lombok Barat. Gerakan melek lingkungan di Dusun Sampeni dari kelompok tani Lestari dan PT Amman Mineral serta Transform (lembaga lokal yang bergerak dalam isu lingkungan dan pemberdayaan komunitas lokal di NTB). Kolaborasi ini lahir dari semangat kepedulian pada kelestarian hutan dan keberadaan mata air di Desa Kekait. 

Suatu siang pada penghujung 2020, ketua kelompok tani Lestari kedatangan tamu 4 orang tamu dari Transform dan perwakilan PT Amman Mineral. Kehadiran mereka disambut puluhan anggota kelompok tani Lestari di beruqak ukuran 2 x 5 meter persegi milik Syarkawi, yang kala itu menjadi ketua kelompok tani di Dusun Sampeni kala itu.

Gerakan warga Sampeni menjaga hutan jadi pertimbang Transform, lembaga lokal yang menjadi patner lokal PT Amman Mineral menjadikan kawasan Geopark Rinjani bagian barat itu sebagai lokasi kegiatan rehabilitasi daerah aliran sungai tahun 2020. 

“Ketekunan warga menjaga hutan menjadi satu alasan dan lokasi percontohan program di Pulau Lombok,” kata Zurham koordinator program saat itu pada kanalntb, 19 Oktober lalu. 

Menurut Zurham, kelompok tani Lestari memiliki kepedulian pada lingkungan dan mampu menggerakan warga lokal untuk melestarikan hutan dan mata air. Zurham mencatat, waktu itu ada tiga lokasi dampingannya di Desa Kekait, namun yang cukup berhasil adalah kelompok tani Lestari. 

Bagi Zurham, tujuan program penghijauan saat itu, penghijauan atau penanaman pohon dan pemberdayan ekonomi lokal di lokasi program. 

“Selain menanam benih pohon produktif, kelompok tani Lestari dikasih insentif saat program,” tutur Zurham, yang kini aktif di Rudat Institute. 

Hutan Terjaga, Ekonomi Warga Tumbuh 

Pemberdayaan yang dilakukan PT Amman Mineral melalu Corporate Social Responsibility (CSR) yang berarti tanggug jawab sosial perusahaan banyak tersebar di NTB (Pulau Sumbawa dan Lombok). Khususnya di Dusun Sampeni, Kekait, Gunung Sari. Kegiatan tersebut berjalan dari 2021 hingga 2023 atau 3 tahun lamanya.  

Salah satu keluarga penerima manfaat program penghijuan PT Amman Mineral Mukminah memanfaatkan kegiatan penghijauan untuk belajar merawat lingkungan dan mengolah potensi lokal.  

Insentif menanam dan merawat pohon perbulan yang berkisar Rp 1.500 juta. Uang stimulus dari PT Amman Mineral selama 3 tahun program itu diputar keluarga Mukminah. 

Selain untuk kebutuhan sehari-hari keluarga dan menopang biaya pendidikan anaknya, sisanya ia pakai modal awal membuka usaha berjualan pisang dan kopi ke Pasar Kekait, Gunung Sari, Lombok Barat. 

“Alhamdulillah, berkat kegiatan PT Amman Mineral kala itu, ekonomi keluarga kami terbantu,” ujar Mukminah warga Dusun Sampeni, Gunung Sari saat di temui pada Sabtu, 9 Oktober lalu. 

Menurut Mukminah, ia dan suaminya bisa menjaga hutan, menyekolahkan anak dan berjualan ke pasar, tak terlepa dari program rehabilitasi hutan PT Amman Mineral NTB di kampungnya. Sebagai ibu rumah tangga biasa, Mukminah merasakan betul dampak positif bagi keluarga dari program PT Amman Mineral. 

“Dulu hanya dirumah saja, tapi setelah ada program dari PT Amman Mineral, keluarga kami terbantu,” tutur Mukminah, sambil mengenang kebaikan PT Amman Mineral NTB. 

Di Dusun Sampeni, kanalntb juga bertemu Atun, ibu 4 anak yang ia adalah satu dari penerima manfaat program CSR PT Amman Mineral di Pulau Lombok mengatakan program 2 tahun lalu PT Amman Mineral di Dusun Sampeni. Hingga kini masih ia rasakan bersama warga kelompok tani Lestari. 

Salah satunya, materi pentinganya menjaga keberlanjutan hutan. Atun percaya, saat pohon-pohon di hutan tumbuh alami, terjaga dan tiada penebangan. Makanya, secara otomatis mata air serta pohon-pohon produktif akan berdampak pada ekonomi lokal.

“Kami percaya, jika hutan terjaga. Ekonomi pun tumbuh. Kami telah merasakan manfat itu,” ujar Atun warga Dusun Sampeni, Desa Kekait, Gunung Sari, Lombok Barat. 

   

Hingga kini, setelah 3 tahun program penghijauan PT Amman Mineral usai. Pokok Duren, Apokat dan Manggis pada lahan 1.000 hektar itu, tampak sedang tumbuh menjulang sekitar 7,8 meter. Perkiraan anggota kelompok tani Lestari, pohon-pohon itu diperkirakan buah 2 tahun ke depan. 

“Prediksi kami, Duren dan Apokat berbungga dua tahun lagi. Manggis agak lambat pertumbuhanya,” tutur Mahsus Khair, tim pemantau program penghijauan PT Amman Mineral di Pulau Lombok. 

Berkat program rehabilitasi PT Amman Mineral NTB, kini di Dusun Sampeni, pohon-pohon besar rindang menjulang, air mengalir deras sepanjang hari ke rumah-rumah warga. Tanaman pangan lokal, pisang, pohon aren, bungga kincang dan umbi-umbian menjadi alternatif tumbuhnya ekonomi lokal. 

Kegiatan di Dusun Sampeni ini merupakan program CSR PT Amman Mineral dalam menjaga dan melestarikan lingkungan (hutan), menjaga keanekaragaman hayati, konservasi sumber daya air dan kontribusi Amman Mineral dalam menumbuhkan tumbuhnya ekonomi lokal. (Red/Ahyar ros)  

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow