Pemprov NTB dan Unram Kolaborasi Majukan Desa, 122 Profesor Siap Dampingi Masyarakat

Jul 10, 2026 - 09:29
 0
Pemprov NTB dan Unram Kolaborasi Majukan Desa, 122 Profesor Siap Dampingi Masyarakat
Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal bersama Rektor Univeristas Mataram dalam penandatanganan kontrak Program Professor Berdampak (foto.dok.ist)

MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Universitas Mataram (Unram) resmi menjalin kolaborasi strategis untuk mempercepat pembangunan desa dan pengentasan kemiskinan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Kamis (9/7/2026).

Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, dan Rektor Universitas Mataram, Prof. Sukardi. Kolaborasi ini mengintegrasikan program Desa Berdaya milik Pemerintah Provinsi NTB dengan program Profesor Berdampak yang dikembangkan Universitas Mataram.

Melalui kerja sama tersebut, sebanyak 122 profesor yang tergabung dalam 22 kelompok akan diterjunkan ke berbagai desa di Nusa Tenggara Barat. Mereka akan mendampingi masyarakat dengan membawa hasil riset, inovasi, serta berbagai solusi berbasis keilmuan guna mengembangkan potensi ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa upaya mengatasi kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem, membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif daripada sekadar pemberian bantuan sosial.

Menurutnya, masyarakat desa memerlukan pendampingan yang berkelanjutan, transfer pengetahuan, dan inovasi agar mampu mengembangkan potensi yang dimiliki serta membangun kemandirian ekonomi.

"Mengatasi kemiskinan ekstrem tidak cukup hanya melalui jaring pengaman sosial atau bantuan semata. Yang dibutuhkan masyarakat adalah pendampingan langsung, inovasi, dan solusi yang mampu menggerakkan potensi desa sehingga masyarakat dapat mandiri secara ekonomi," ujar Gubernur.

Sementara itu, Rektor Universitas Mataram, Prof. Sukardi, menyampaikan bahwa keterlibatan para profesor merupakan wujud nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat. Melalui program ini, hasil penelitian dan inovasi yang selama ini berkembang di lingkungan akademik diharapkan dapat diterapkan secara langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat di desa.

Kolaborasi tersebut dirancang berlangsung selama tiga tahun. Selain melibatkan para guru besar, program ini juga akan diperluas dengan melibatkan dosen serta mahasiswa melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), sehingga tercipta ekosistem pemberdayaan desa yang berkelanjutan.

Pemerintah Provinsi NTB berharap sinergi dengan Universitas Mataram mampu mempercepat lahirnya desa-desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing. Kehadiran akademisi di tengah masyarakat diharapkan menjadi jembatan antara hasil riset di perguruan tinggi dengan kebutuhan riil masyarakat, sehingga pembangunan desa semakin tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow