Safari Ramadhan Lobar, Gubernur NTB Ajak Warga Wariskan Kebaikan bagi Generasi Mendatang

Feb 25, 2026 - 23:12
 0
Safari Ramadhan Lobar, Gubernur NTB Ajak Warga Wariskan Kebaikan bagi Generasi Mendatang
Gubernur NTB dan Kepala BAZNAS Menyerahkan bantuan saat safari ramadhan di Lombok Barat (foto.dok.ist)

NTB- Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, melaksanakan Safari Ramadan di Masjid Jami’ Baiturrahman Kediri, Kamis malam (26/2).

Dalam sambutannya, gubernur menekankan pentingnya kesadaran kolektif menjaga lingkungan. Ia menilai kerusakan infrastruktur di sejumlah wilayah NTB tidak terlepas dari kerusakan alam yang berlangsung bertahun-tahun.

Ia mencontohkan kondisi di sejumlah wilayah Lombok, termasuk bagian selatan, di mana perubahan bentang alam memicu banjir berulang dan mempercepat kerusakan ruas jalan provinsi. Melalui Safari Ramadan ini, gubernur mengajak masyarakat memulai gerakan bersama melestarikan alam agar generasi mendatang tidak mewarisi kerusakan.

“Kita jangan menjadi generasi yang meninggalkan masalah. Kita harus menjadi generasi yang mewariskan kebaikan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, gubernur juga memohon doa dari para ulama dan masyarakat. Ia menyampaikan tantangan pembangunan ke depan semakin berat, mulai dari keterbatasan anggaran, meningkatnya kebutuhan masyarakat, hingga bencana alam yang datang silih berganti. Dalam waktu singkat, kata dia, belasan jembatan dan ruas jalan terdampak banjir di berbagai titik di NTB.

“Ini bukan tantangan ringan. Karena itu kekuatan kita adalah doa, tawakal, kerja keras, dan kebersamaan,” katanya.

Kepala Desa Kediri Selatan, Edy Arwinsah, menyampaikan aspirasi terkait kondisi Jalan TGH Abdul Hafiz yang menjadi akses penting menuju Bandara Internasional Lombok. Warga berharap ruas tersebut tetap menjadi prioritas perbaikan.

Menanggapi hal itu, gubernur memastikan ruas tersebut tetap menjadi perhatian pemerintah. Namun, ia menegaskan penanganan dilakukan berdasarkan skala prioritas dan kemampuan anggaran. Ia juga menyampaikan standar baru perbaikan jalan provinsi, yakni setiap penanganan harus disertai pembangunan drainase dan penerangan jalan umum agar lebih tahan lama dan tidak cepat rusak.

Mustaal, Kepala Dusun Karang Bedil Utara/Munare, mengusulkan kebijakan khusus bagi Kediri sebagai Kota Santri serta program beasiswa bagi santri, termasuk kesempatan studi ke Timur Tengah. Gubernur menyambut baik aspirasi tersebut dan menyatakan identitas Kediri sebagai pusat pesantren menjadi perhatian pemerintah provinsi.

Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan kelembagaan program beasiswa yang tidak hanya membuka peluang studi ke Timur Tengah, tetapi juga ke berbagai negara lain untuk jenjang S2 dan S3.

Mahasiswa Universitas Mataram, Diah Ayu Naura, turut menyampaikan aspirasi terkait keterlibatan mahasiswa dalam program reboisasi serta kenaikan harga bahan pokok selama Ramadan. Gubernur menjelaskan Pemprov NTB telah menjalankan program Desa Berdaya di 106 desa dengan tingkat kemiskinan ekstrem tertinggi, bekerja sama dengan kampus-kampus di NTB, dan memastikan koordinasi dengan mahasiswa akan diperkuat.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow