Link and Match Pendidikan Vokasi jadi Fokus Pembangunan SDM NTB
NTB- Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan komitmen pemerintah daerah memperkuat peran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai solusi pengentasan pengangguran. Hal tersebut disampaikannya saat kunjungan kerja di SMK Negeri 1 Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (26/2).
Dalam arahannya, Gubernur menekankan pentingnya keterkaitan dan kesepadanan (link and match) antara kurikulum pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
“Saya sungguh-sungguh ingin mengembangkan SMK. Ini tidak lagi jadi penambah pengangguran, tetapi menjadi pemberi solusi terhadap pengangguran,” ujarnya.
Untuk meningkatkan daya saing lulusan, Pemprov NTB menyiapkan subsidi sertifikasi kompetensi bagi siswa, termasuk sertifikasi level 2 melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang mulai diakui secara internasional. Menurut Gubernur, bukti kompetensi formal menjadi faktor penting agar lulusan mudah terserap di pasar kerja nasional maupun global.
Selain itu, Pemprov NTB tengah membahas mekanisme kerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar siswa jurusan listrik, mekanik, dan konstruksi dapat terlibat dalam proyek infrastruktur pemerintah sebagai bagian dari penguatan portofolio kerja.
“Kalau anak-anak SMK bisa berkontribusi dalam proyek, mereka punya pengalaman kerja nyata. Ini akan meningkatkan nilai tawar mereka di pasar kerja,” tambahnya.
Gubernur juga menyoroti peluang besar bagi jurusan kuliner dan pertanian melalui program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Permintaan bahan pangan lokal meningkat tajam, sementara pasokan, seperti telur, baru mampu memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan.
“Ini krisis, tapi sekaligus peluang bagi SMK. Anak-anak boga sudah belajar membuat roti. Kalau SMK bisa menyuplai, tinggal sertifikasi BPOM dan halal, selesai sudah,” jelasnya.
Menanggapi keterbatasan lahan dan ruang praktik yang disampaikan pihak sekolah, Gubernur berencana melakukan kajian kemungkinan tukar guling aset dengan sekolah lain yang memiliki gedung luas namun jumlah siswa terbatas.
Terkait keterlambatan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) dan Tunjangan Profesi Guru (TPG), Gubernur menyampaikan permohonan maaf secara langsung. Ia menjelaskan kendala tersebut disebabkan prosedur administratif pergeseran anggaran.
Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Lombok Barat, Ayu Indra Rukmana Zaini, mengapresiasi karya siswa SMKN 1 Gerung, khususnya produk busana dan kegiatan menenun. Ia mendorong pelestarian Tenun Gumise sebagai warisan budaya lokal.
“Harapan saya hasil karya anak-anak SMK Negeri 1 Gerung ini bisa kita kolaborasikan dan tampilkan lebih luas,” ungkapnya. red/asn
What's Your Reaction?

