Tradisi Ngayu-Ayu di Sembalun, Gubernur NTB Tegaskan Pentingnya Peran Adat dalam Menjaga Kelestarian Rinjani
Lombok Timur- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menghadiri upacara adat Ngayu-Ayu yang digelar di Desa Sembalun Bumbung, Kabupaten Lombok Timur. Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan pentingnya pelestarian budaya dan adat istiadat sebagai bentuk rasa syukur atas anugerah kemakmuran, sekaligus sebagai upaya menjaga harmoni antara manusia dan alam, khususnya Gunung Rinjani.
“Ngayu-Ayu adalah wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat dan kesejahteraan. Dan terbukti, Desa Sembalun Bumbung tidak termasuk dalam kategori kemiskinan ekstrem. Ini menunjukkan janji Allah: siapa yang bersyukur, nikmatnya akan ditambah,” ujar Gubernur Iqbal.
Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan bahwa tanggung jawab seorang pemimpin tidak hanya kepada rakyat, namun juga terhadap lingkungan alam yang menjadi bagian dari ekosistem kehidupan masyarakat. Gunung, sungai, laut, udara, hingga hutan — semua wajib dijaga untuk keberlanjutan generasi mendatang.
“Upacara adat seperti Ngayu-Ayu ini adalah bentuk nyata dari upaya masyarakat menjaga keseimbangan alam. Karena itu, sebagai pemimpin daerah, saya wajib hadir dan mendukung penuh,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan, Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur telah memulai pelatihan relawan penyelamat vertikal yang dilengkapi dengan sertifikasi internasional. Selain itu, papan-papan peringatan bertema pelestarian akan dipasang di jalur pendakian Gunung Rinjani. Beberapa titik juga akan dilengkapi dengan alat keselamatan bagi para pendaki.
Menutup sambutannya, Gubernur NTB menyampaikan apresiasi kepada para tokoh adat yang terus konsisten menjaga dan melestarikan adat istiadat turun-temurun yang telah diwariskan ratusan tahun lamanya.
“Atas nama Pemerintah Provinsi NTB, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemuka adat Sembalun Bumbung. Selama ratusan tahun — mungkin sudah 600 tahun — pelungguh sami telah menjaga adat ini. Inilah yang akan terus menyambung ikatan emosional masyarakat kita dengan Gunung Rinjani,” tutupnya. red/asn
What's Your Reaction?

