Wamen Pertanian Tanam Raya di Pengembur Jenis Padi Gamagora
Wakil Menteri Pertanian melakukan penanaman padi jenis gamagora di Desa Pengembur kecamatan Pujut kabupaten lombok tengah
LombokTengah- Kegiatan tanam Raya padi jenis Gamagora di Desa Pengembur Kecamatan Pujut yang dihadiri oleh Wakil Mentri pertanian RI, dan Dewan Pengurus Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) beserta jajaran pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), dimana kegiatan ini merupakan agenda Kelompok Remaja Tani yang bersinergi dengan HKTI.
HKTI Provinsi NTB, Wilgo Zainal dalam sambutannya mengungkapkan, dimana hari ini merupakan bukti nyata, bahwa padi Gamagora yang dilakukan tanam Raya ujicoba seluas 20 hektar lahan, di beberapa tempat di Indonesia ini merupakan niat baik mewujudkan swasembada pangan nasional.
"Bukan hanya menanam padi, namun harapan yang lebih cerah. Menjadikan sektor pertanian sebagai tulang punggung negara untuk kedawlatan dan kemandirian pangan, dan semoga bisa bermanfaat bagi nusa dan bangsa,"singkatnya.
Dselanjutnya, Bupati Loteng, L Pathul Bahri mengungkapkan, pihaknya yang diiberikan penghargaan oleh presiden lansung sebagai Kabupaten penyangga pangan Nasional. Dengan luas lahan pertanian Loteng 50 ribu hektar dengan hasil lebih dari 400 ribu ton padi setiap tahunnya.
"Apalagi dengan Padi jenis Gamago ini yang hasilnya melimpah, maka untuk 100 tahun kedepan apabila terus mengembangkannya, maka insyallah Indonesia tidak akan kekurangan beras,"ungkapnya.
"Semoga acara ini bukan hanya serimonial namun dapat terus menerus dapat dilaksanakan dan berkelanjutan,"tambahnya.
Pathul mengulas sejarah inovasi Gogorancah di Loteng dengan banyaknya tantangan besar soal kekeringan beberapa waktu lalu, kemudian kekurangan pangan, dengan semangat gotong-royong dengan solusi Gora (gogo Rancah) jelas puluhanntahun lalu meningkatkan hasil swasembada beras, dan menjadi keberhasilan pertanian. Maka muncullah bahasa Gora bahas apertama ada di Kecamatan Pujut. Sehingga NTB menjadi Gumi Gora, sebagai lumbung padi yang selalu surplus sejak saat itu hingga kini.
Kedepan dengan semua stekholder pihaknya bertekat memajukan pertanian. Sehingga dapat memakmurkan masyarakat, kemudian dengan dukungan semua pihak dalam melewati tantangan yang ada, dengan inovasi dan kreasi bersama demi kemakmuran bersama.
"Trimakasih kepada HKTI memberikan perhatian kepada kami di Loteng, dan siap mendukung kemandirian pangan program Presiden RI,"tandasnya.
Wakil Mentri (Wamen) Pertanian, Sudaryono dalam sambutannya mengulas atensi serius Indonesia soal petani bukan hanya sejak saat ini saja oleh presiden Prabowo, namun ia menjelaskan, sebelum menjadi presiden (sejak di TNI,red) sudah selalu mengenakan soal ketahanan pangan menjadi prioritas utama, hingga menjadi impian besarnya Indonesia pada posisi kemandirian pangan dan swasembada Pangan.
"Maka penting hal ini ditangkap baik bagi daerah Kabupaten, dan Provinsi. Bupati dan Gubernur maka gak boleh menurun hasil pangannya, dan harus naik,"tegasnya.
"NTB Harus nanem Gamagora semua, dan kita kasih bantuan. Selama kita masih sehat, pertanian kita siapkan bantuan bibit dan pupuk sudah ditambah, sesuai kebutuhan EErdkk ,"tambahnya.
Pupuk petaninyang selalu menjadi persoalan, kali ini bukan berpatokan pada anggaran kebutuhan, namun berdasarkan volume kebutuhan pupuk.
"Kebutuhan tabun 2025 kita sudah serahkan daftar nama penerima pupuk subsidi. Dan sudah ada ready pupuk di semua pengecer,"yakinnya.
Kemudian, saat ini sudah diputuskan oleh presiden, terkait HPP gabah dan jagung dipastikan naik. Dimana, HPP gabah, dari Rp. 6.000 dinaikkan menjadi Rp. 6500. Selanjutnya HPP jagung, dari Rp. 5000, menjadi Rp. 5500.
HKTI merupakan organisasi gabungan para petani. Dan menggabungkan sebagai bisnis pertanian. Bilamana ada inisiatif ada bibit benih bagus. Pihaknya sangat mendukung inisiatif yang bagus, dan diharapkan sinergisitas yang baik mendukung pertanian. Maka, ia dari kementrian pertanian siap menangkap hal baik dalam pertanian.
"Produksi pertanian 4 persoalan, yakni bibit, pupuk, irigasi, hasil panen raya dari petani harus Bagus. Dan ini sudah clear. Dimana perbaikan irigasi pertanian Provinsi untuk saluran besar, kemudian tersier urusan Kabupaten maka silahkan diusulkan lansung. Dan ada juga inisiatif pusat lansung yang memperbaiki,"bebernya.
Sementara, Ketum DPN HKTI RI, Fadli Zon berharap tidak ada lagi persoalan petani soal pupuk, bibit dan kemudian modal. Dimana terkait penyiapan KUR kepada Petani, soal irigasi juga Lansung didinisiasi dituntaskan, kemudian birokrasi pemerintahan pusat hingga daerah. Hingga persoalan bibit pupuk, alsinta dapat terselesaikan dengan baik.
Sistem pertanian merupakan kebudayaan, diakui UNESKO sistem Subak di Bali. Sebelum penanaman padi dan panen, ada ritual budaya dan doa, dimana dalam harapan dan doa merupakan persembahan kepada sang maha kuasa, kemudian paska panen juga sebagai rasa syukur petani.
"Sehingga dalam astacita pak Presiden Prabowo memang harmoni alam dan masyarakat, lingkungan alam dan budaya dalam capaian masyarakat adil dan makmur,"ucapnya.
Dalam 4 tahun kedepan, program swasembada pangan Presiden sejak dahulu sangat memperhatikan betul petani, dan ini sangat serius diberikan perhatian mengingat ini soal pangan, terutama pemanfaatan lahan Tidur.
"Maka kita sangat bersyukur dengan presiden yang peduli dengan petani. DPN HKTI sangat mendukung hal itu,"tegasnya.
Pangan Lokal dapat dikembangkan menjadi budaya, bukan hanya beras saja. 500 desa budaya yang dimiliki. Antara tradisi masyarakat Agraris tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat setempat.
"Bangsa yang berdaulat, maka kita harus memiliki kedaulatan pangan, dan swasembada pangan ini harus bekerja sama dan serentak,"ujarnya.
Konversi lahan pertanian menjadi hal yang berbahaya jika terus di biarkan. Adapun perda yang harus menyerahkan soal UU dan permenndan Perpres, dimana dalam hal ini penting jangan sampai lahan pertanian tergerus oleh pembangunan, disamping pembangunan itu penting untuk kemajuan ekonomi daerah, maka mencetak lahan pertanian baru juga penting diatur dan ditata. (tim)
What's Your Reaction?

