Dewan Loteng Minta Pemda Tegas Soal Rumah Nelayan di Sempadan Pantai

Mar 16, 2025 - 16:13
 0
Dewan Loteng Minta Pemda Tegas Soal Rumah Nelayan di Sempadan Pantai
Murdani Anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah (foto.dok.ist)

Lombok Tengah - Pembangunan pariwisata yang masif dan menghadirkan investasi tidak berbanding lurus dengan nasib masyarakat nelayan kawasan Mandalika yang belum jelas relokasinya.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah (Loteng) mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) bersikap tegas terhadap masyarakat nelayan yang membangun rumah semi permanen di sempadan pantai Kuta Mandalika, demikian ini dikarenakan tidak sesuai dengan aturan.

Anggota DPRD Loteng, Murdani mengatakan, masyarakat nelayan yang membangun rumah semi permanen di sempadan pantai Kuta Mandalika. Apabila hal itu menyalahi aturan atau tidak diperbolehkan, maka Pemda harusnya mengambil langkah tegas. 

"Silahkan dijelaskan dengan baik kalau memang melanggar. Jagan menggusur tapi tidak memberikan solusi, mereka harus difikirkan juga untuk tempat tinggal,"tegasnya, (16/03/2025)

Tentu hal ini berbanding terbalik dengan pembangunan pariwisata yang masif. Kemudian pihaknnya tidak menginginkan ketimpangan terjadi di kawasan. Di satu sisi, pengembangan pariwisata dihajatkan untuk meningkatkan investasi dan pendapatan daerah, namun di sisi lain juga ada sebagian masyarakat yang ada di lingkaran KEK Mandalika yang harus dipastikan hajat hidupnya. 

"Jadi kampung Nelayan itu tidak merasakan manfaat dari keberadaan Kawasan wisata Mandalika itu,"ujarnya.

Maka, pihaknnya mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah strategis untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekitar. 

 

"Kalau kemudian kampung nelayan yang ada di sempadan pantai itu digusur apa kemudian solusi dari pemerintah itu juga harus difikirkan,"cecarnya. 

Menurutnya, Pemda atasnama negara harus hadir untuk menjadi pelayan masyarakat. Masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak yang merupakan hak dasar. Maka, pihaknya akan mendukung pemerintah untuk menyediakan rusunawa sebagai alternatif maupun solusi dari persoalan ini. 

"Jagan biarkan masyarakat terlunta-lunta. itu yang membuat citra pariwisata kita semakin bertambah buruk dan jadi cerita negatif di dunia internasional,"tandasnya. (tim)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow