Gubernur NTB Hadiri Bejango Desa Anjani, Merawat Warisan dan Membangun Fondasi Desa Wisata Masa Depan

Jul 19, 2025 - 18:33
 0
Gubernur NTB Hadiri Bejango Desa Anjani, Merawat Warisan dan Membangun Fondasi Desa Wisata Masa Depan
Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal hadiri Bejango desa Anjani (foto.dok.ist)

Lombok Timur– Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan bahwa kegiatan Bejango Desa yang digelar di Desa Anjani, Lombok Timur, tidak hanya menjadi ajang merawat warisan budaya masa lalu, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam membangun fondasi desa wisata yang berdaya dan mandiri secara ekonomi di masa depan.

Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan saat membuka acara Bejango Desa Anjani pada Jumat (18/7). Dalam kesempatan itu, Gubernur menyambut positif capaian Kabupaten Lombok Timur yang telah memiliki 101 desa wisata.

“Fondasi desa wisata harus dibangun dengan karakter kemandirian ekonomi. Saya senang mendengar bahwa 101 desa di Lombok Timur sudah menjadi desa wisata,” ujar Gubernur.

Ia menyoroti keberagaman corak budaya di desa-desa di Lombok Timur seperti Tete Batu dan Kembang Kuning, yang telah tumbuh menjadi desa mandiri dan menjadi inspirasi pengembangan desa lainnya.

Lebih lanjut, Gubernur memperkenalkan program Desa Berdaya, sebuah inisiatif Pemerintah Provinsi NTB yang akan menjadi program prioritas dalam pemberdayaan desa. Program ini terbagi dalam dua pendekatan, yakni Desa Berdaya dan Desa Berdaya Transformatif.

“Desa Berdaya mendampingi desa-desa yang sudah dan belum maju, sementara Desa Berdaya Transformatif ditujukan khusus untuk desa-desa dalam kategori kemiskinan ekstrem,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, pendekatan yang diambil bersifat kolaboratif dan multi-stakeholder, melibatkan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, LSM, dunia usaha melalui CSR, hingga elemen masyarakat.

“Kami targetkan dalam waktu maksimal dua tahun, desa-desa yang masuk kategori kemiskinan ekstrem sudah bisa bangkit dan berdiri di atas kaki sendiri,” tegasnya.

Gubernur juga menegaskan bahwa NTB menargetkan penghapusan 106 desa ekstrem miskin pada tahun 2029 dan menurunkan angka kemiskinan di bawah 10%.

Di akhir sambutannya, Gubernur mengapresiasi semangat kolaborasi yang ditunjukkan oleh masyarakat Desa Anjani dalam kegiatan Bejango Desa, mulai dari UMKM, tokoh masyarakat, hingga para pemuda desa.

“Tantangan terbesar kita adalah mengidentifikasi siapa yang paling berkepentingan terhadap desa. Tapi dari acara ini saya melihat kita sudah memulai semangat kolaborasi itu. Tidak ada satu pun masalah yang bisa diselesaikan sendirian,” pungkas Gubernur Iqbal. red/asn

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow