Kemiskinan di Lombok Tengah Turun, Bupati Apresiasi Kerja Bersama Semua Pihak

Sep 20, 2025 - 09:47
 0
Kemiskinan di Lombok Tengah Turun, Bupati Apresiasi Kerja Bersama Semua Pihak
Bupati Lombok Tengah H.L. Pathul Bahri saat memberikan sambutan tentang penurunan angka kemiskinan Lombok Tengah (foto.dok.ist)

Lombok Tengah – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menurun cukup signifikan pada Maret 2025 dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Plt. Kepala BPS Loteng, Sapoan, menyebut persentase penduduk miskin turun dari 12,07 persen pada Maret 2024 menjadi 10,68 persen di Maret 2025, atau berkurang 1,39 poin. Secara jumlah, penduduk miskin menurun dari 122,32 ribu orang menjadi 109,25 ribu orang, atau berkurang sekitar 13,07 ribu jiwa dari total 1,09 juta penduduk.

Menurutnya, penurunan ini dipengaruhi oleh inflasi yang relatif terkendali, pertumbuhan ekonomi yang positif, serta berbagai program pengentasan kemiskinan dari pemerintah daerah maupun pusat.

Adapun garis kemiskinan pada Maret 2025 tercatat Rp568.910 per kapita per bulan, naik 3,55 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp549.400. Kontributor utama terhadap garis kemiskinan masih didominasi kebutuhan pokok, terutama beras dengan kontribusi 26,72 persen di perkotaan dan 31,99 persen di perdesaan. Selain beras, rokok kretek filter juga menyumbang cukup besar, yakni 8,00 persen di perkotaan dan 5,50 persen di perdesaan, disusul telur ayam ras, daging ayam ras, dan cabai rawit.

Dari sisi non-makanan, pengeluaran terbesar berasal dari perumahan (9,11 persen di perkotaan dan 11,72 persen di perdesaan), diikuti bensin serta biaya pendidikan. “Data ini menunjukkan bahwa masyarakat miskin masih sangat bergantung pada kebutuhan dasar seperti beras. Namun, sebagian pengeluaran mereka juga terserap oleh rokok, yang seharusnya bisa dialihkan untuk kebutuhan esensial lain seperti perumahan, pendidikan, dan kesehatan,” jelas Sapoan.

Sementara itu, Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja sama banyak pihak. Menurutnya, menurunkan angka kemiskinan bukanlah tugas ringan. “Ini kerja bersama, bukan hanya pemerintah. Menurunkan angka kemiskinan itu pekerjaan yang amat berat,” katanya.

Pathul menambahkan, dengan penurunan signifikan tersebut, Lombok Tengah kini berada di posisi tiga besar kabupaten/kota dengan penurunan kemiskinan tertinggi di NTB. “Alhamdulillah, ini bukti kolaborasi pemerintah daerah, OPD, dan semua pihak dalam mendukung program pemerintah,” tandasnya. red/asn

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow